.

BEM Mengadakan Seminar Bertema Meng-Upgrade Minset Kerja Tenaga Kesehatan yang Berdaya Saing Regional dan Nasional BEM Mengadakan Seminar Bertema Meng-Upgrade Minset Kerja Tenaga Kesehatan yang Berdaya Saing Regional dan Nasional

Badan Eksekutif Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Kudus menggelar kegiatan Seminar Nasional Kesehatan dengan mengangkat tema “Meng-Upgrade Minset Kerja Tenaga Kesehatan yang Berdaya Saing Regional dan Nasional” yang dibuka oleh Wakil Ketua I bidang akademik STIKES Muhammadiyah Kudus Ibu Noor Hidayah, A.Kep., M.Kes yang bertempat di Auditorium STIKES Muhammadiyah Kudus pada tanggal 23 April 2017.

Pada Seminar Nasional Kesehatan ini diisi oleh 4 pembicara dengan bidangnya. Yang pertama yaitu Ns. Anny Rosiana M, M.Kep.,Sp.Kep.J sebagai Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK STIKes Muhammadiyah Kudus. Kedua Ns. Eddy Wuryanto, M.Kep.,PhD sebagai Ketua DPW PPNI Jawa Tengah. Ketiga Dr. Yektiningtyastuti., M.Kep.,Sp.Kep.,Mat sebagai Staf Ahli Kemenristek Dikti keempat Mufdillah,S.Pd.,S.Sit.M.Sc sebagai Ketua Asosiasi Institusi Kebidanan Aisyiyah Muhammadiyah Indonesia.

Materi Pertama Disampaikan Oleh ibu Ns. Anny Rosiana M, M.Kep., Sp.Kep.J tentang kode etik tenaga kerja, etos kerja, dan perlindungan hukum tenaga kesehatan. Secara garis besar materi ini membahas tenaga kesehatan akan mengalami persaingan yang ketat dari dalam maupun luar negeri. Maka dari itu kita sebagai tenaga profesional harus bisa meng-upgrade minset kerja kita untuk bisa menjadi tenaga kesehatan harus memiliki etos kerja yang baik pula. Kerja yang fleksibel dengan tanggung jawab yang harus tercapai. Mempertahankan etos kerja dapat dilakukan dengan cara mempertahankan minset selalu berpikir positif dan bekerja dengan profesional.

Materi Kedua disampaikan oleh ibu Dr. Yektiningtyastuti., M.Kep.,Sp.Kep.,Mat tentang issue terbaru tenaga kesehatan (keperawatan), enterpreuner tenaga kesehatan, dan prospek kerja tenaga kesehatan (keperawatan). Secara garis besar tenaga kesehatan indonesia sulit untuk bekerja di luar negeri disebabkan oleh masalah tidak tidak mempunyai international license, kurangnya kemampuan berbahasa Inggris, serta minset dan kompetensi berbudaya.

Materi ketiga disampaikan oleh pak Eddy Wuryanto, M.Kep.,PhD tentang profesional tenaga kesehatan yang secara garis besar membahas tentang perawat yang harus mempunyai sifat profesional kepada masyarakat yaitu dengan bertanggung jawab moral dan mempunyai standar kompetensi yang tinggi.

Materi keempat disampaikan oleh ibu Mufdillah,S.Pd.,S.Sit.M.Sc tentang Issue terbaru tenaga kesehatan (kebidanan) dan prospek kerja tenaga kesehatan (kebidanan) yang secara garis besar membahas tentang semangat dan tekad tenaga kerja kesehatan harus benar-benar nyata jangan hanya keinginan semata. Yang paling penting adalah harus mempunyai ilmu untuk meningkatkan kualitas SDM itu sendiri terutama masalah kemampuan berbahasa asing sebagai salah satu yang harus dikuasai.

Melalui seminar nasional tersebut diharapkan tenaga kerja kesehatan Indonesia harus mempunyai international license serta meningkatkan kemampuan berbahasa asing supaya  mampu bersaing dengan tenaga kerja di luar negeri. Selain itu, tenaga kerja kesehatan juga harus bekerja secara professional dengan selalu bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. (ainus)

.

IMM Ar-Rabbani Selenggarakan Seminar Pra Nikah

IMM Ar-Rabbani Stikes Muhammadiyah Kudus mengadakan seminar pranikah. Ahad tanggal 16 April 2017 bertempat di ruang serbaguna Stikes Muhammadiyah Kudus. Acara dimulai dengan pembukaan Ana Nurul Fitriyani selaku ketua panitia “seminar pranikah ini mengusung tema PHP not baper. Pemantasan Hingga Penikahan sehingga tidak menjadikan baper”. Selanjutnya sambutan Wakil Ketua III yang dihadiri oleh Bp Abdul Rozaq, M. Pd.I ucapan selamat datang kepada pembicara dan peserta seminar.

Sebanyak 65 peserta seminar mengikuti materi yang dibawakan oleh pembicara. Pembicara yang dihadirkan antara lain Afifah Afra, Suhariyanto Putra, S.Psi, dan sweet couple ustadz Muttaqin, S.Sy., M.H.I beserta istri Esty Rahayuningrum. Acara seminar yang dipandu oleh IMMawati Yuke Liza dan IMMawati Putri Dian dibagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama, Afifah Afra sebagai pembicara pertama menyampaikan tentang pemantasan untuk menuju jenjang pernikahan. Sedangkan bapak Suhariyanto lebih menekankan tentang psikologi pranikah. Sesi kedua diisi oleh ustadz Muttaqin beserta istri yang menceritakan kisah dan perjuangan sebelum menuju jenjang pernikahan dengan judul “Pacari Aku Lewat Qobiltu”

Menginjak acara terakhir yaitu sesi tanya jawab. Para peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada masing-masing pembicara terkait tema seminar. Penyerahan doorprize menarik dari sponsorship Wardah cosmetics serta buku dari Afifah Afra bagi peserta yang beruntung dan aktif bertanya. Selanjutnya adalah persembahan lagu Kupinang Kau dengan Bismillah dibawakan oleh IMMawati Nurul yang diiringi gitar akustik oleh IMMawan Labib. Acara penutup pemberian bingkisan dari wardah serta sertifikat kenang-kenangan kepada pembicara oleh ketua panitia dan Ketua Umum Ar-Rabbani IMMawan Kurnia Sandy.(husna)

.

Semarak Milad IMM Komisariat Ar-Rabbani Gelar Technical Meeting Lomba

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ar-Rabbani Stikes Muhammadiyah Kudus melaksanakan Technical Meeting untuk peserta lomba tartilul qur’an, da’i  pelajar, kaligrafi, dan mading 3D yang dilaksanakan dalam rangka Semarak Milad IMM Ke-53. Technical meeting digelar di ruang serbaguna Stikes Muhammadiyah Kudus (Ahad, 02/4).

Technical Meeting yang diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pelajar SMA se-Karisidenan Pati, bertujuan untuk mempermudah peserta dalam memahami petunjuk perlombaan dan poin penilaian pada setiap lomba. Acara ini dibuka oleh Wakil ketua III bidang kemahasiswaan yang diwakili oleh Muhammad Abdur Rozaq, M.Pd.I.

“Kegiatan lomba tartilul qur’an, da’i  pelajar, kaligrafi, dan mading 3D yang dilaksanakan dalam rangka Semarak Milad IMM Ke-53 bertujuan untuk syi’ar agama Islam,” kata Rozaq dalam sambutannya.

Masing-masing koordinator lomba membacakan petunjuk dan poin penilaian perlombaan. Diharapkan peserta mampu memahami dengan mudah dan bisa mengikuti perlombaan sesuai persyaratan dan ketentuan. (SS)